Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan panjang oleh penyidik Bareskrim Polri. Ia diperiksa selama 10 jam terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus ijazah palsu, yang mencuat ke permukaan baru-baru ini.
Pemeriksaan berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, dan Hellyana memberikan informasi melalui 25 pertanyaan yang diajukan penyidik. Ia keluar dari gedung Bareskrim sekitar pukul 20.00 WIB, setelah masuk ke dalam gedung sejak pukul 09.40 WIB, menambah ketegangan di masyarakat.
Setelah pemeriksaan, Hellyana membeberkan tentang perjalanan akademisnya sebelum meraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Azzahra. Ia menceritakan bahwa sebelumnya ia adalah mahasiswa di Akademi Akuntansi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (AA YKPN) sebelum akhirnya melakukan perpindahan ke universitas yang lebih tinggi.
Perjalanan Akademis Hellyana yang Menarik untuk Diikuti
Hellyana memulai karier akademiknya di AA YKPN, menjalani pendidikan yang mempersiapkan dirinya untuk dunia akuntansi. Namun, pada tahun 2011, ia memutuskan untuk berpindah ke Universitas Azzahra demi mengejar ketertarikan dalam bidang hukum.
Proses perpindahan ini bukan tanpa tantangan. Ia harus melalui konversi nilai untuk bisa diterima di jurusan baru. Langkah ini menunjukkan komitmen Hellyana dalam mengejar pendidikan yang lebih tinggi dan relevan dengan karier politik yang sedang dijalaninya.
Selama kurang lebih dua tahun di Universitas Azzahra, Hellyana aktif mengikuti kelas eksekutif. Kelas ini diadakan pada akhir pekan, mengingat kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung, yang memerlukan banyak perhatian dan waktu.
Kehidupan Sehari-hari Hellyana sebagai Mahasiswa
Dalam rentang waktu kuliahnya, Hellyana sering berpindah antara Belitung dan Jakarta. Ini dikarenakan suaminya yang bekerja di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan kondisi ini membuatnya sering berada di ibukota selama akhir pekan.
Selama menempuh pendidikan di Azzahra, ia menulis skripsi dengan tema Hukum Pemerintahan Daerah. Tentunya, topik ini dipilih karena relevansinya dengan peran serta tanggung jawabnya sebagai anggota DPRD.
Hellyana merasa bahwa pendidikan yang ia jalani memberikan dampak signifikan terhadap kemampuannya menjalankan tugas-tugas di pemerintahan. Ia percaya bahwa memahami hukum merupakan hal yang esensial bagi seorang legislator, yang bertugas untuk mewakili masyarakat.
Implikasi Kasus Ijazah Palsu yang Menghadapi Hellyana
Dugaan mengenai ijazah palsu yang melibatkan Hellyana memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan keabsahan gelar akademisnya serta integritasnya sebagai seorang pemimpin.
Pemeriksaan oleh Bareskrim mungkin belum berakhir, dan hasilnya akan memberikan dampak jangka panjang bagi karier politiknya. Kasus ini membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya pendidikan formal dalam dunia politik.
Banyak kalangan berharap proses hukum yang sedang berlangsung bisa mengungkap fakta yang sebenarnya dan memutus mata rantai rumor yang beredar di masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas pejabat publik.










