Klasemen akhir Liga Champions 2025-2026 telah menunjukkan hasil mengejutkan, terutama bagi Real Madrid yang harus melewati jalur playoff. Dengan kekalahan 2-4 dari Benfica, tim asal Spanyol ini finis di peringkat kesembilan fase liga sehingga gagal melangkah ke babak delapan besar.
Hasil pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, pada malam itu membuat Real Madrid hanya mengumpulkan 15 poin. Poin tersebut ternyata tidak cukup untuk membawa mereka ke fase berikutnya, memaksa mereka bermain dalam laga tambahan untuk merebut tiket ke babak gugur.
Kekalahan melawan Benfica menjadi penentu penting bagi nasib Los Blancos di kompetisi bergengsi ini. Meskipun berusaha keras, hasil ini mencerminkan performa mereka yang fluktuatif selama fase liga, dan banyak penggemar mulai kehilangan harapan.
Di sisi lain, Arsenal menunjukkan performa mengesankan dengan berhasil mengunci posisi puncak klasemen. Tim asal Inggris ini mengakhiri fase liga dengan 24 poin, melampaui Bayern Munchen yang berada di tempat kedua dengan 21 poin.
Kinerja Tim Lain di Liga Champions 2025-2026
Arsenal tidak hanya berhasil menjadi pemimpin klasemen, tetapi juga menunjukkan konsistensi dalam setiap pertandingan. Keberanian mereka untuk tampil menyerang membuat mereka sulit ditandingi oleh lawan mana pun.
Sementara itu, Liverpool yang menempati peringkat ketiga juga menunjukkan performa yang kuat. Dengan total 18 poin, mereka berhasil memastikan tempat mereka di babak selanjutnya meskipun masih ada beberapa tantangan di depan.
Tottenham Hotspur, yang finish di posisi keempat dengan 17 poin, juga berhasil mendulang hasil positif di akhir fase liga. Mereka memperlihatkan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi, meski harus berjuang keras untuk merebut tiket ke babak gugur.
Barcelona, setelah meraih kemenangan menghancurkan 4-1 atas FC Copenhagen, berhasil mengamankan posisi kelima. Hasil ini menunjukkan bahwa tim asal Catalan ini tetap menjadi kekuatan yang perlu diperhitungkan, meskipun mereka tidak meraih posisi terbaik.
Taktik dan Strategi yang Diterapkan Tim
Setiap tim di Liga Champions memiliki pendekatan tersendiri dalam menjalani laga-laga krusial. Arsenal, misalnya, mengandalkan lini serang yang dinamis dan solid, memungkinkan mereka menghasilkan banyak gol.
Di sisi lain, Real Madrid harus mengevaluasi kembali strategi yang diterapkan selama fase liga. Pelatih harus mencari cara untuk membangkitkan semangat tim dan memperbaiki performa agar bisa bersaing di level ini di masa mendatang.
Liverpool juga mengandalkan kekuatan tim dan kerja sama antar pemain untuk meraih hasil positif. Strategi yang diterapkan ini terbukti efektif dan membawa mereka ke tiga besar klasemen.
Sementara itu, Barcelona tetap setia dengan filosofi permainan menyerang. Dengan formasi yang fleksibel, mereka dapat beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan, menjadikan mereka tim yang sulit dikalahkan.
Peluang di Babak Playoff dan Harapan Kedepan
Real Madrid kini harus menghadapi tantangan berat dalam jalur playoff untuk mendapatkan tiket ke babak gugur. Tekanan akan semakin besar mengingat sejarah panjang klub ini di Liga Champions.
Arsenal, Liverpool, dan Tottenham Hotspur memiliki peluang bagus untuk melaju lebih jauh di kompetisi ini. Dengan modal yang telah diperoleh, ketiga tim ini bisa menjadi kuda hitam di babak knockout mendatang.
Bagi Barcelona, mereka diharapkan dapat melanjutkan momentum positif setelah kemenangan besar mereka. Tim ini memiliki potensi besar untuk mencapai babak semifinal jika terus menunjukkan performa yang solid.
Kejutan pasti akan terus terjadi di Liga Champions, dan setiap tim harus tetap fokus dan siap menghadapi berbagai rintangan. Semua mata kini tertuju pada playoff yang akan datang, di mana setiap pertandingan menjadi penting.










