Pencarian korban longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilanjutkan. Kejadian ini telah meninggalkan banyak pertanyaan dan harapan bagi keluarga korban yang masih hilang.
Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk mencari korban. Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar karena kondisi tanah yang labil dan berisiko tinggi.
Hari ini, Minggu (25/1/2026), tim pencari melibatkan anjing pelacak K-9 untuk meningkatkan efisiensi pencarian. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, memberikan informasi terbaru mengenai situasi di lapangan.
Analisis Kondisi Tanah di Lokasi Longsor yang Berbahaya
Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan hingga Sabtu sore, tanah di area longsor dinyatakan masih sangat labil. Kedalaman longsor yang mencapai sekitar 5 meter membuat situasi semakin genting.
Hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan tim pencari. Tim gabungan terus memantau kondisi dan berupaya dengan hati-hati dalam melaksanakan pencarian.
Ketidakpastian ini menambah tekanan bagi pihak-pihak yang terlibat, terutama bagi keluarga korban. Dengan kondisi yang sangat berisiko, pencarian dilakukan secara sistematis dan penuh kehati-hatian.
Pentingnya Kehadiran Anjing Pelacak K-9 dalam Pencarian
Kehadiran anjing pelacak K-9 dalam operasi pencarian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas. Rudy Setiawan memastikan bahwa unit tersebut tersedia di lokasi dan siap digunakan saat pencarian dilanjutkan.
Unit K-9 ini dilatih khusus untuk mencari korban di bawah puing-puing, sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian. Dengan bantuan anjing, tim dapat menjangkau area yang sulit dijangkau oleh manusia.
Pelibatan anjing K-9 menjadi tanda komitmen pihak kepolisian dalam pencarian ini. Meskipun kondisi cuaca dan tanah menjadi tantangan, harapan untuk menemukan korban masih ada dan diperjuangkan secara maksimal.
Penanganan Situasi Pasca-Longsor dan Komunikasi dengan Keluarga Korban
Setelah kejadian longsor, fokus tidak hanya pada pencarian tetapi juga pada penanganan situasi bagi keluarga korban. Tim posko bantuan dibuka untuk memberikan informasi dan dukungan kepada keluarga yang terdampak.
Komunikasi yang baik antara tim pencari dan keluarga korban menjadi kunci utama dalam menjaga harapan. Keluarga yang menunggu akan keberadaan sanak saudara mereka membutuhkan informasi yang jelas dan cepat.
Selain itu, dukungan psikologis juga mulai diberikan untuk membantu keluarga menghadapi situasi yang sangat emosional ini. Semua upaya tersebut bertujuan untuk membangun rasa solidaritas dan harapan di tengah kesedihan.










