Pada tahun 2025, angka pengguna angkutan umum mencapai lebih dari 21 juta penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Ini menunjukkan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi publik yang efisien.
Kementerian Perhubungan mencatat kenaikan yang signifikan, dengan total penumpang mencapai 21.461.491. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 12,48 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 19.079.881 penumpang.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah dilakukan dengan baik. Menteri Perhubungan merasa optimis bahwa kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun dapat memenuhi harapan masyarakat.
Kenaikan Penumpang Berdasarkan Moda Angkutan yang Berbeda
Sebagai rincian, angkutan udara tercatat membawa 4.768.675 penumpang, meningkat 0,73 persen dari 4.734.198 penumpang pada periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih transportasi udara untuk bepergian.
Angkutan laut juga mencatat peningkatan yang signifikan, dengan 2.254.733 penumpang, yang merupakan kenaikan 43,42 persen dari angka tahun lalu. Ini menjadi indikasi bahwa angkutan laut semakin diminati para pelancong.
Sementara itu, angkutan perkeretaapian melayani 7.573.881 penumpang, naik 12,92 persen dibandingkan dengan 6.707.053 penumpang sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam bepergian jarak jauh.
Perbandingan Jumlah Penumpang Angkutan Umum Selama Periode Nataru
Angkutan penyeberangan juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan 3.725.343 penumpang, naik 35,05 persen dari 2.758.565 penumpang pada tahun lalu. Hal ini mengindikasikan tingginya kebutuhan akan transportasi antar pulau dan wilayah.
Namun, angkutan jalan mengalami sedikit penurunan dengan 3.138.859 penumpang, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.307.966 penumpang. Meski demikian, pengguna angkutan jalan tetap signifikan dalam keseluruhan angka.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah penumpang ini mencerminkan keberhasilan transportasi umum dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan mobilitas di periode libur panjang.
Pengaruh Kebijakan Transportasi terhadap Peningkatan Pengguna
Kebijakan yang diambil oleh Kementerian Perhubungan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatnya jumlah penumpang. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang baik, masyarakat merasa lebih percaya untuk menggunakan angkutan umum.
Adanya peningkatan kualitas layanan dan fasilitas juga berkontribusi pada keputusan masyarakat dalam memilih transportasi publik. Hal ini sangat penting untuk mendukung pengembangan transportasi yang ramah lingkungan dan lebih efisien.
Di samping itu, berbagai promosi dan insentif yang diberikan oleh pihak penyedia angkutan publik menjadikan transportasi umum lebih menarik bagi pengguna. Ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan jumlah penumpang.










