Jenazah seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, yang berusia 18 tahun dan berasal dari Magelang, telah berhasil dievakuasi dari puncak Gunung Slamet. Proses pengangkatan jenazah ini berakhir di rumah duka di Kota Magelang pada malam hari, diiringi oleh pengawalan dari pihak kepolisian setempat.
Sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, jenazah tersebut menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Tindakan ini penting untuk memastikan kondisi jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga.
Selama proses evakuasi, ayah Syafiq setia menemani putranya dari awal hingga jenazah tiba di kamar mayat. Keluarga telah menerima dengan tulus kepergian Syafiq yang dianggap sebagai sebuah musibah.
Kisah Tragis Pendaki yang Menghadapi Cuaca Ekstrem
Berita tentang kepergian Syafiq menjadi sorotan publik, mengingat pencarian dan evakuasinya berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat buruk. Tim SAR harus bekerja keras dan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Evakuasi dilakukan setelah korban dinyatakan hilang selama 15 hari. Ketidakpastian membuat keluarga tidak putus asa dan terus mencari keberadaan Syafiq.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim SAR untuk menemukan Syafiq. Dalam situasi yang sulit dan berbahaya, dedikasi dan profesionalisme tim penyelamat patut diapresiasi.
Pemeriksaan Medis untuk Menentukan Penyebab Kematian
Pada saat proses visum luar, pihak medis menemukan bahwa Syafiq meninggal akibat hipotermia. Cuaca ekstrem di gunung melahirkan risiko serius bagi para pendaki, terutama yang tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Visum dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari dokter di RSUD dan Satuan Inafis. Mereka bekerja sama untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang tepat demi memberikan kejelasan kepada keluarga.
Proses pemeriksaan ini memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah. Hal ini memberikan ketenangan pikiran bagi keluarga di tengah kesedihan yang mendalam.
Peranan Tim SAR dan Dukungan Keluarga
Tim SAR menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam misi menyelamatkan Syafiq. Banyak orang terlibat, dan upaya mereka menunjukkan solidaritas komunitas terhadap keluarga yang merasa kehilangan.
Keluarga Syafiq mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim SAR atas usaha dan kerja keras mereka. Momen sulit ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bisa sangat rapuh.
Keluarga berusaha untuk menerima kenyataan dan fokus pada kenangan indah bersama Syafiq. Proses pemunggahan jenazah ke rumah duka dilakukan dengan penuh rasa hormat dan penghargaan.










