Harga emas dunia dan logam mulia domestik diperkirakan akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. Peningkatan ini didorong oleh ketegangan geopolitik yang semakin meluas serta persaingan yang meningkat dalam dunia perdagangan global.
Pakar pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa harga emas dunia yang saat ini berada di angka 4.595 dolar AS memiliki potensi untuk terus meningkat. Hal ini menunjukkan adanya ruang yang signifikan untuk mencapai rekor baru dalam harga emas.
Dalam konteks ini, harga logam mulia domestik diprediksi akan mengikuti jejak kenaikan harga emas global. Masyarakat dan investor diharapkan bersiap menghadapi perubahan yang terjadi dalam waktu dekat.
Penyebab Kenaikan Harga Emas yang Diprediksi Signifikan
Salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga emas adalah ketegangan antara negara-negara besar. Ketidakpastian yang muncul akibat isu-isu perdagangan dapat meningkatkan permintaan akan aset-aset yang lebih aman, seperti emas.
Selain itu, perkembangan situasi geopolitik, terutama di Timur Tengah, turut memengaruhi pasar. Sentimen pasar yang dipengaruhi oleh konflik dapat membuat investor beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan nilai.
Faktor lainnya adalah keputusan pemerintah terkait kebijakan tarif yang berdampak pada perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut sering kali menambah ketidakpastian yang ada, sehingga mendorong investor untuk mempertimbangkan emas sebagai investasi yang lebih stabil.
Proyeksi Ahli Mengenai Harga Emas dan Logam Mulia
Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa ada beberapa proyeksi terkait harga emas dalam jangka pendek. Resistance kedua kemungkinan besar akan berada di angka 4.706 dolar AS per troy ounce, sebuah titik yang penting untuk diperhatikan oleh investor.
Selain itu, harga logam mulia domestik diharapkan dapat menembus angka Rp2.820.000. Kenaikan ini diharapkan mengikuti tren yang terjadi di pasar global.
Dengan mempertimbangkan analisis ini, investor perlu memantau perkembangan situasi terkini. Sejumlah faktor eksternal bisa mempengaruhi pergerakan harga emas dan logam mulia secara signifikan dalam waktu dekat.
Risiko-Risiko Global yang Menyebabkan Ketidakpastian Pasar
Ketidakpastian pasar dapat meningkat akibat beberapa risiko global yang sedang berkembang. Situasi di Iran, di mana tensi dan ancaman konflik perang semakin nyata, adalah salah satu contohnya.
Di sisi lain, serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia menambah dimensi baru dalam ketegangan internasional. Hal ini meningkatkan risiko global dan bisa mempengaruhi stabilitas pasar komoditas.
Kehadiran kekuatan militer, seperti kapal induk AS Abraham Lincoln di Timur Tengah, juga memberikan dampak yang signifikan. Hal ini menambah panas pada atmosfer geopolitik yang telah tegang sebelumnya.










