Hujan deras yang mengguyur sebuah daerah di Sulawesi Tengah baru-baru ini memicu bencana alam berupa banjir. Tiga desa di Kecamatan Balaesang terendam akibat aliran sungai yang meluap, menciptakan kekhawatiran di kalangan warga setempat.
Kejadian ini berlangsung pada Selasa (30/12), ketika hujan turun tanpa henti sejak pagi hingga malam. Debit air sungai mengalami peningkatan yang signifikan, yang membuatnya meluap ke permukiman warga di sekitar aliran sungai tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Akris Fattah Yunus, memberikan penjelasan mengenai dampak yang terjadi. Menurutnya, untuk saat ini, warga masih bisa bertahan di rumah dan memantau perubahan level air yang belum sepenuhnya surut.
Keadaan Terkini di Tiga Desa Terdampak Banjir
Di Desa Malino dan Desa Sibayu, hanya satu dusun yang terendam air, tetapi situasi di Desa Sipure lebih parah dengan dua dusun terendam. Masyarakat yang terkena dampak harus lebih waspada terhadap kondisi yang bisa berubah lepas dari kendali.
“Kami memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini,” ungkap Akris. Namun, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian khusus mengingat banjir bisa berulang jika curah hujan terus tinggi.
Akris menegaskan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung bergerak untuk melakukan assessment di daerah terdampak. Mereka bertugas untuk memahami lebih lanjut kondisi saat ini dan memberikan bantuan jika diperlukan.
Upaya Mitigasi dan Penanggulangan Banjir di Daerah Terdampak
Pemerintah setempat, melalui BPBD, senantiasa melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko terjadinya bencana banjir di masa mendatang. Pemantauan terhadap cuaca dan kondisi sungai adalah langkah awal yang dilakukan.
Pendidikan kepada masyarakat tentang tindakan darurat saat banjir juga menjadi playbook penting yang harus diterapkan. Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana serupa.
Selain itu, infrastruktur yang ada perlu ditingkatkan agar dapat menampung debit air yang lebih besar. Penambahan saluran pembuangan atau penggalian parit permanen bisa menjadi solusi untuk menanggulangi banjir di daerah tersebut.
Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Banjir
Kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci untuk mengurangi dampak bencana alam. Dengan adanya informasi yang tepat dan tindakan nyata, masyarakat bisa meminimalkan kerugian saat banjir terjadi. Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun mekanisme tanggap darurat yang efektif.
Sosialisasi mengenai cara mengatasi situasi darurat juga sangat penting. Pengetahuan tentang evakuasi yang cepat bisa membantu penyelamatan hidup jika situasi memaksa untuk meninggalkan rumah.
Komunikasi yang baik selama bencana juga dapat mengurangi kepanikan. Informasi yang jelas mengenai kondisi terkini akan membantu warga mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan.
Kesadaran akan potensi bencana adalah langkah awal dalam mitigasi. Masyarakat harus dilibatkan dalam perencanaan penanggulangan bencana untuk meningkatkan rasa kepemilikan terhadap kebijakan yang diterapkan.
Banjir yang melanda daerah ini adalah pengingat bagi semua pihak akan pentingnya tindakan pencegahan dan perencanaan yang matang. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa mengurangi risiko kerugian di masa yang akan datang.












