Tim SAR gabungan saat ini tengah melakukan pencarian untuk menemukan dua orang yang hilang pasca insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, NTT pada 26 Desember 2025. Kejadian ini mengundang perhatian luas, khususnya bagi keluarga korban yang masih menantikan kabar baik tentang orang-orang terkasih mereka.
Pencarian telah memasuki hari kesepuluh, dan para petugas tidak henti-hentinya berusaha melakukan upaya maksimal. Dengan melibatkan berbagai elemen, baik dari Tim SAR, TNI, dan Polri, serta relawan, diharapkan hari ini bisa membuahkan hasil yang diharapkan.
Proses pencarian juga melibatkan teknologi modern, seperti sonar, untuk membantu mempercepat langkah pencarian di bawah permukaan laut. Tim juga melakukan penyisiran ke pulau-pulau terdekat yang diduga menjadi lokasi pergerakan para korban.
Peristiwa Tragis Tenggelamnya KM Putri Sakinah di NTT
Kapal KM Putri Sakinah yang mengangkut sebelas penumpang, terdiri dari empat orang ABK serta tujuh penumpang, terdeteksi tenggelam dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung. Di antara para penumpang terdapat enam warga negara asing dari Spanyol dan satu pemandu wisata asal Indonesia.
Insiden ini terjadi pada malam hari, saat arus cukup kuat di sekitar Pulau Padar. Keberadaan warga asing di atas kapal menambah kompleksitas dalam pencarian, mengingat mereka memiliki keluarga dan kerabat yang juga menantikan kabar.
Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat setelah mengetahui kabar tentang tenggelamnya kapal. Evakuasi segera dilakukan terhadap tujuh korban yang selamat dan empat orang lainnya dinyatakan hilang.
Identifikasi Korban Tenggelam di Rumah Sakit
Salah satu korban yang berhasil ditemukan adalah seorang wanita yang diduga salah satu dari tiga orang yang hilang. Proses evakuasi dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dan korban langsung dibawa ke pelabuhan untuk melakukan identifikasi.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa jenazah tersebut akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo. Proses identifikasi ini penting untuk memberikan kejelasan bagi keluarga korban.
Dengan penemuan tersebut, total korban yang masih hilang kini berkurang menjadi dua orang, yang semuanya merupakan warga negara Spanyol. Ini menunjukkan progres dalam usaha pencarian yang dilakukan oleh tim.
Upaya Pencarian yang Terus Ditingkatkan di Perairan NTT
Pencarian tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional, tetapi juga melibatkan berbagai teknologi modern. Penurunan alat sonar menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mencari keberadaan korban di dalam laut.
Penyelaman juga dilakukan di lokasi-lokasi yang dianggap strategis berdasarkan analisis dari tim gabungan. Semua langkah ini diambil dengan harapan dapat mendapati dua korban yang masih hilang secepatnya.
Sebanyak 160 personel dari berbagai institusi dikerahkan dalam operasi pencarian. Kehadiran TNI dan Polri juga membawa kekuatan tambahan dalam mendukung upaya diri ini.












