Banjir yang melanda Perumahan Taman Cikande di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi perhatian luas. Ratusan rumah terendam air setinggi dua meter akibat meluapnya Sungai Cidurian, yang mengakibatkan banyak warga mengungsi dan mengambil langkah darurat.
Musibah ini juga menggarisbawahi masalah yang lebih besar mengenai infrastruktur dan mitigasi bencana di daerah tersebut. Warga setempat sangat berharap akan perhatian yang lebih dari pemerintah dalam menangani permasalahan banjir yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.
Berdasarkan informasi di lapangan, ketinggian banjir bervariasi antara 70 sentimeter hingga dua meter, terutama di blok belakang yang berdekatan dengan aliran sungai. Tanggul setinggi satu meter tidak cukup untuk menampung tingginya debit air yang menggerus batas-batas alami ini.
Keadaan Darurat di Wilayah Perumahan Cikande
Keadaan darurat telah memaksa banyak warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat yang lebih aman. Banyak dari mereka berpindah ke rumah sanak saudaranya untuk sementara waktu, menciptakan kerawanan sosial dan emosional.
Warga setempat telah berusaha membuat perahu darurat dari bambu dan galon untuk membantu mobilitas dan proses evakuasi. Hal ini menunjukkan kreativitas dan daya tahan masyarakat setempat menghadapi keadaan yang sulit.
Seorang warga bernama Radiani menerangkan bagaimana luapan Sungai Cidurian telah merendam setidaknya ratusan rumah yang tersebar di lima RT dan dua RW. Fenomena ini bukanlah hal baru, tetapi semakin sering terjadi dalam dua minggu terakhir.
Dari pengamatan Radiani, air di bagian belakang perumahan sering kali mencapai hampir dua meter setelah hujan deras. Dia menambahkan bahwa perumahan tersebut merupakan kawasan langganan banjir akibat luapan sungai yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Menurutnya, meskipun tidak hujan, perumahan tersebut masih bisa terendam akibat limpasan sungai. Hal ini menimbulkan keprihatinan akan penanganan lebih lanjut yang perlu dilakukan untuk mencegah situasi serupa di masa depan.
Pentingnya Dukungan Material dan Moral bagi Korban Banjir
Radiani mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk logistik maupun peralatan evakuasi seperti perahu karet. Keterlambatan ini tentunya menambah beban psikologis warga yang tengah menghadapi keterpurukan.
Warga sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, obat-obatan, dan perahu. Kesulitan untuk mendapatkan barang-barang tersebut memperburuk keadaan, dan memperjelas betapa pentingnya kepedulian pemerintah dalam menangani bencana ini.
Selain dari segi fisik, dukungan moral pun diperlukan untuk menguatkan semangat warga. Di tengah kesulitan, kehadiran relawan dan organisasi sosial sangat berfungsi untuk memberikan dorongan kepada masyarakat setempat.
Penanganan yang cepat dan tepat harus menjadi prioritas, terutama dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan. Dengan kepedulian tersebut, diharapkan kehidupan warga yang terkena dampak bisa lebih cepat pulih.
Warga semakin berharap agar pemerintah lebih tanggap terhadap situasi ini dan segera mengambil langkah yang diperlukan dalam mengatasi dampak banjir dan memperbaiki infrastruktur yang ada.
Langkah-langkah Mitigasi untuk Mencegah Banjir di Masa Depan
Penting untuk menyusun strategi mitigasi yang efektif guna mencegah terulangnya bencana serupa. Pemerintah daerah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang ada, terutama tanggul dan saluran air.
Pengadaan peralatan evakuasi seperti perahu karet menjadi sangat krusial untuk menghadapi keada darurat di masa depan. Hal ini dapat mengurangi risiko kerugian jiwa dan mempermudah proses penyelamatan bagi warga yang terdampak.
Tanpa solusi yang berkelanjutan, bencana banjir akan terus berulang dan menyisakan dampak yang berkepanjangan. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur harus diprioritaskan untuk wilayah rawan banjir.
Selain pembangunan fisik, sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan air juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan saluran air.
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah dapat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua penghuni perkotaan.












