Dalam sebuah konferensi pers yang digelar dalam rangka ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-53, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan mengenai pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Perjuangan (PSI), Kaesang Pangarep. Dalam komentarnya, Hasto menyerukan pentingnya kedaulatan rakyat dalam menentukan pilihan politik di masa mendatang.
Hasto menegaskan bahwa pemilu yang akan datang masih panjang dan keputusan akhir berada di tangan rakyat. Ia menyampaikan optimis bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan politik, pada akhirnya rakyatlah yang akan memutuskan pilihannya dalam pemilu.
Mengusung tema konsolidasi dan perbaikan, Hasto memimpin PDIP untuk melakukan refleksi internal pada peringatan HUT kali ini. Ditekankan bahwa setiap partai harus siap menghadapi tantangan dan menjadi solusi bagi masyarakat, terutama dalam penanganan bencana.
Fokus PDIP dalam Menjaga Ideologi dan Kemanusiaan
Dalam penyampaian selanjutnya, Hasto menyatakan bahwa PDIP berkomitmen untuk bergerak demi kemanusiaan tanpa memedulikan dukungan politik dari masyarakat. Ini mencerminkan jiwa partai yang siap berkontribusi secara langsung untuk membantu masyarakat dalam masa sulit.
Melalui peringatan ini, Hasto menggarisbawahi pentingnya konsolidasi organisasi dalam semua aspek partai. Ketika masyarakat menghadapi bencana atau kesulitan, PDIP akan siap menggerakkan seluruh kekuatan untuk membantu, mengutamakan kemanusiaan di atas segalanya.
“Ini menjadi skala prioritas bagi kami,” katanya, menekankan bahwa tujuan utama PDIP adalah menyentuh kehidupan rakyat secara langsung. Dalam proses ini, ia berharap bisa memperkuat hubungan dan memelihara kepercayaan dari masyarakat terhadap partai.
Ambisi Partai Solidaritas Perjuangan di Jawa Tengah
Sementara itu, Kaesang Pangarep, dalam pernyataannya di Rapat Koordinasi Wilayah PSI, menyerukan agar Jawa Tengah semakin dijadikan fokus bagi partainya. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai kandang gajah, suatu simbol ambisi besarnya untuk memperkuat posisi PSI di daerah tersebut.
Kaesang mengungkapkan harapannya untuk meningkatkan jumlah kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah menjadi 17 pada Pemilu 2029. Saat ini, PSI sudah memiliki 12 kursi, tetapi masih merasa jumlah tersebut belum mencukupi.
Menurut Kaesang, peningkatan jumlah kursi menjadi target realistis yang harus dicapai. Ia juga menambahkan bahwa di kota asalnya, Solo, PSI telah menunjukkan perkembangan signifikan, berhasil mencapai lima kursi di DPRD.
Strategi PDIP untuk Mempertahankan Dominasi
Di sisi lain, PDIP juga tidak tinggal diam. Dengan diadakannya konferensi daerah, partai ini telah menetapkan Dolfie Othniel Frederic Palit sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah untuk periode yang akan datang. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjaga Jawa Tengah tetap sebagai basis suara PDIP.
Dolfie sendiri merupakan anggota DPR yang telah memasuki periode ketiganya dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan partai. Posisi baru ini diharapkan bisa menguatkan kepemimpinan PDIP di Jawa Tengah.
Pemilihan Dolfie juga disertai penetapan sekretaris dan bendahara, dengan Sumanto dan Kaisar Kiasa Kasih Said Putra masing-masing diangkat ke posisi itu. Penguatan struktural ini merupakan langkah penting dalam meraih dukungan maksimal di tingkat daerah.
Fokus pada Pelayanan dan Keterlibatan Masyarakat
Sama halnya dengan Kaesang yang menyoroti pentingnya kehadiran ketua DPC di tingkat bawah, Dolfie juga mengajak semua anggota partai untuk turun ke lapangan. Keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat diharapkan bisa menambah kepercayaan publik terhadap PDIP.
Dengan menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung suara, PDIP berambisi untuk tidak hanya mempertahankan jumlah kursi tetapi juga memperkuat ikatan dengan konstituen. Kegiatan ini tidak lain bertujuan untuk memastikan partai tetap relevan dan mampu merespons kebutuhan masyarakat.
Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini ingin menunjukkan bahwa mereka adalah pilihan utama dalam setiap pemilihan, berlandaskan pada prinsip kemanusiaan. Keseluruhan usaha ini, baik dari PDIP maupun PSI, menggambarkan dinamika politik yang penuh semangat di Jawa Tengah dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.










