Tanggal 13 Oktober 2023 menjadi salah satu hari yang penuh duka bagi keluarga korban tragedi ambruknya pondok pesantren Al Khoziny. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur kembali melaporkan identifikasi terhadap dua jenazah, menjadikan total jumlah yang teridentifikasi sebanyak 55 orang.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim, Kombes M Khusnan, memberitahukan bahwa identifikasi dilakukan di hari ke-15 setelah tragedi. Proses ini mengandalkan metode ilmiah dan data ante mortem untuk memastikan identitas masing-masing korban.
Proses identifikasi dua jenazah ini sangat signifikan, karena memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga yang telah menunggu dengan penuh harapan. Informasi mengenai dua kantong jenazah yang berhasil diidentifikasi menjelaskan latar belakang dan identitas korban dengan jelas.
Rincian Identifikasi Korban Tragedi Ambruknya Gedung
Tim mengidentifikasi kantong jenazah pertama yang terdaftar dengan nomor post mortem RSB B041. Jenazah ini sesuai dengan nomor ante mortem 25, yang terkonfirmasi sebagai Khafa Ahmad Maulana, seorang laki-laki berusia 15 tahun dari Gresik.
Kedua, kantong jenazah dengan nomor post mortem RSB B055 juga berhasil diidentifikasi. Jenazah ini cocok dengan nomor ante mortem 038, sebagai Irham Ghifari, seorang laki-laki berusia 16 tahun dari Sidoarjo.
Usai dilakukan identifikasi, dua jenazah tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Hal ini menjadi langkah penting dalam proses pemulihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Proses Identifikasi Korban Masih Berlanjut
Dari total 67 kantong jenazah yang diterima, kini tersisa 9 kantong yang masih dalam tahap identifikasi. Tim gabungan masih bekerja keras untuk memastikan semua identitas terungkap dan disampaikan kepada keluarga.
Kombes Khusnan menjelaskan, sejauh ini terdapat 63 laporan ante mortem mengenai korban yang hilang. Proses identifikasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu berita mengenai orang-orang tercinta mereka.
Proses yang berlangsung selama dua minggu ini menunjukkan dedikasi dan komitmen tim dalam menyelesaikan tugas mereka. Di tengah kesedihan ini, upaya identifikasi adalah langkah penting dalam menghormati memori para korban.
Daftar Korban Teridentifikasi dari Tragedi tersebut
Berikut adalah beberapa nama korban yang telah teridentifikasi:
- Maulana Alfan Ibrahimavic (15), Surabaya
- Muhammad Soleh (22), Kabupaten Bangka Belitung
- Muhammad Mashudulhaq (14), Surabaya
- Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17), Surabaya
- M. Agus Ubaidillah (14), Surabaya
- Firman Noor (16), Surabaya
- M. Azka Ibadurrahman (13), Surabaya
- Daul Milal (15), Surabaya
- Nurudin (13), Bangkalan
- Ahmad Rijalul Haq (16), Surabaya
Identifikasi para korban menunjukkan rentang usia yang beragam, menekankan tragedi ini telah mempengaruhi banyak keluarga. Dengan banyaknya informasi yang berhasil dihasilkan tim DVI, diharapkan dapat menyentuh hati banyak pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak.
Data-data ini juga bukti dari upaya serius pemerintah dan pihak berwenang dalam menangani dan menyelesaikan masalah. Setiap nama yang teridentifikasi adalah satu narasi penting dalam rangka menghormati mereka yang telah pergi.












