Overthinking adalah kondisi di mana seseorang terus-menerus memikirkan atau mempertimbangkan sesuatu secara berlebihan. Di tengah kompleksitas kehidupan modern, fenomena ini semakin umum, dan dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang.
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam pola pikir ini. Mereka mungkin merasa tertekan atau cemas akibat ketidakmampuan untuk menghentikan pikiran berulang yang negatif.
Dokter spesialis kedokteran jiwa, Eva Suryani, menjelaskan bahwa ada berbagai jenis overthinking. Beberapa orang mungkin terjebak dalam memikirkan masa lalu, sementara yang lain lebih fokus pada masa depan atau merasa perlu untuk menyenangkan orang lain.
Memahami Berbagai Jenis Overthinking yang Ada dalam Kehidupan Sehari-hari
Kita sering kali bertemu dengan tipe orang yang berusaha merencanakan segala hal dengan sangat mendetail. “Mereka yang tergolong overplaner cenderung merasa tertekan jika rencana mereka tidak berjalan sempurna,” ungkap Eva.
Hal ini dapat menimbulkan kecemasan yang berlebih. Apalagi jika mereka merasa bahwa segala upaya yang dilakukan tidak memberikan hasil sesuai ekspektasi.
Penting untuk diingat bahwa dalam setiap aspek kehidupan, tidak semua hal dapat dikendalikan. Oleh karena itu, kita harus mampu menerima bahwa untuk menjadi baik tidak selalu berarti harus sempurna.
Pentingnya Menerima Ketidaksempurnaan dalam Hidup
Banyak orang beranggapan bahwa kesempurnaan adalah suatu tujuan akhir yang harus dicapai. Namun, pesan Eva dart sumbernya sangat jelas: “Sebenarnya, perfect itu hanyalah ilusi.”
Dalam hidup, banyak faktor yang tidak dapat kita kendalikan. Menghargai proses serta usaha yang telah dilakukan jauh lebih penting daripada mengutamakan hasil yang sempurna.
Menerima ketidaksempurnaan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi tekanan. Dengan cara ini, kita bisa lebih tenang dan tidak terbebani oleh tuntutan yang seringkali tidak realistis.
Strategi Mengatasi Overthinking untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Jika Anda merupakan salah satu dari orang-orang yang sering terjebak dalam pola pikir berlebihan, ada beberapa strategi untuk mengatasinya. Pertama-tama, penting untuk menyadari dan mengenali kapan pemikiran tersebut mulai mengganggu.
Setelah menyadari, cobalah untuk mengalihkan perhatian pada aktivitas positif. Menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih atau melakukan hobi bisa membantu mengurangi intensitas pemikiran yang mengganggu.
Selain itu, latihan pernapasan dan mindfulness dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang. Aktivitas ini membantu kita untuk fokus pada saat ini tanpa terjebak dalam penyesalan atau kekhawatiran tentang masa depan.










