Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis anak Melia Yunita menjelaskan pentingnya gizi untuk perkembangan kognitif anak. Ketika gizi anak terpenuhi, harapannya adalah tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal, yang mencakup tidak hanya kecerdasan tetapi juga kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Perkembangan anak bisa diukur melalui berbagai aspek, termasuk motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbicara dan bahasa, personal, serta sosial. Melia menekankan bahwa dua aspek ini sangat penting, karena kita tidak ingin anak kita hanya terlihat sehat secara fisik, tetapi juga baik dalam sikap dan perilaku.
“Perkembangan itu adalah proses menyeluruh yang harus diiringi dengan asupan gizi yang baik,” ujarnya. Nutrisi yang seimbang akan sangat mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak yang harus diperhatikan secara serius oleh orangtua.
Pentingnya Nutrisi dalam Masa Pertumbuhan Anak yang Optimal
Melia juga menambahkan bahwa perkembangan yang terganggu bisa berujung pada kondisi stunting pada anak. Kasus stunting merupakan kekhawatiran banyak orangtua di Indonesia, sebab angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya.
Stunting bukan hanya masalah fisiologis, tetapi juga memberikan dampak yang sangat luas. “Ketika anak mengalami stunting, prestasi akademik mereka dapat menurun, kemampuan kognitif juga akan terpengaruh, dan bahkan bisa berkurangnya kemampuan untuk bersosialisasi,” jelasnya.
Bisa kita lihat bahwa salah satu dampak dari masalah ini adalah meningkatnya kasus bullying di kalangan anak-anak. Bullying ini sering kali muncul akibat adanya masalah dalam interaksi sosial anak-anak, yang bisa berakar dari kekurangan gizi yang mereka alami di masa tumbuh kembang.
Mengapa Rentang Usia Satu hingga Lima Tahun Sangat Penting
Penting untuk dicatat bahwa periode usia satu hingga lima tahun merupakan fase kritis dalam perkembangan anak. Nutrisi yang tepat pada usia ini akan membantu anak dalam mencapai potensi maksimal mereka baik secara fisik maupun mental.
“Selama periode ini, anak-anak mulai mengembangkan berbagai keterampilan baru, termasuk yang terkait dengan berinteraksi dengan teman sebaya,” tambah Melia. Jika nutrisi tidak diperhatikan dengan baik, maka kemampuan ini bisa terhambat.
Maka dari itu, orangtua diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pola makan anak-anak mereka. Memastikan bahwa anak mendapatkan makanan bergizi sangat penting untuk menghindari masalah perkembangan yang serius di kemudian hari.
Peran Orangtua dalam Menjamin Kesehatan Gizi Anak
Orangtua memegang peran krusial dalam memilihkan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anak mereka. Mereka bertanggung jawab dalam memberikan contoh perilaku makan yang baik, yang dapat diikuti oleh anak-anak.
Hal ini termasuk menjelaskan pentingnya variasi makanan untuk mencukupi semua kebutuhan gizi. Keterlibatan orangtua dalam mendidik anak tentang pentingnya nutrisi akan sangat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat.
Lebih dari itu, menciptakan suasana makan yang menyenangkan dapat mempengaruhi niat anak untuk mencoba berbagai jenis makanan. Keterlibatan dalam proses memasak juga bisa jadi cara yang efektif untuk mendorong anak-anak agar lebih bersemangat menerima makanan bergizi.












