Pencapaian akademik sering kali menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, terutama ketika anggota keluarga dapat meraih prestasi bersama. Hal ini tercermin dalam kisah sebuah keluarga yang mencetak rekor unik ketika semua anggotanya lulus dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan merayakan wisuda secara serempak.
Keluarga tersebut terdiri dari Dr. Elisatin Ernawati, S.H., M.Kn., Dr. Ahmad Syaifudin, S.H., M.H., dan putri mereka, Salma Sari Dewi, S.H. Momen wisuda ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan simbol dari kerja keras dan dedikasi yang mereka tunjukkan selama bertahun-tahun menempuh pendidikan.
Elisatin mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah perwujudan dari semua usaha dan pengorbanan yang telah mereka lakukan. “Menjadi lulusan bersama keluarga adalah hadiah terindah dan puncak dari proses panjang ini,” ujarnya penuh syukur.
Kisah Inspiratif di Balik Wisuda Bersama Keluarga
Proses pendidikan yang dijalani oleh masing-masing anggota keluarga tidaklah mudah. Baik Elisatin maupun Ahmad, keduanya harus menjalani studi lanjut sambil tetap menjalankan peran sebagai orang tua. “Kami harus berbagi waktu dan sumber daya, dan momen ini adalah hasil dari kolaborasi tersebut,” jelas Elisatin.
Melihat ketiga anggota keluarga ini meraih gelar hukum serentak tentu memberikan inspirasi. Selain sebagai kebanggaan, momen ini juga menunjukkan betapa pentingnya dukungan moral di dalam keluarga. “Kami saling mendukung, sehingga perjalanan ini terasa lebih ringan,” tambah Ahmad.
Wisuda bersama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan. “Kita tidak hanya belajar untuk mendapatkan gelar, tetapi juga untuk membentuk diri dan karakter,” kata Salma, yang merasa bangga dapat berjuang di samping kedua orangtuanya.
Makna Penting Rasa Syukur dalam Pencapaian Mereka
Momen wisuda ini bukan hanya sebuah seremoni, tetapi juga kiriman rasa syukur kepada Allah SWT atas semua yang telah dicapai. “Kami tidak hanya merayakan lulusnya, tetapi juga mengingat semua perjuangan yang telah dilalui,” ungkap Elisatin dengan mata berbinar.
Bagi mereka, setiap ujian yang dihadapi selama masa studi memiliki makna tersendiri. “Setiap tantangan yang datang, selalu ada pelajaran berharga di baliknya,” kata Ahmad. Momen itu menjadi pengingat akan komitmen dan tanggung jawab mereka sebagai pendidik di masa depan.
Pendidikan di dalam keluarga ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai. “Kami berharap generasi kami selanjutnya akan terus mempertahankan semangat belajar,” tambah Salma.
Peran Keluarga dalam Mencapai Pendidikan yang Berkualitas
Pentingnya dukungan keluarga dalam mencapai pendidikan yang berkualitas tidak bisa dipandang remeh. Orangtua memiliki peran sentral dalam membentuk motivasi dan tujuan akademik anak-anak. “Kami selalu mendiskusikan setiap langkah yang akan diambil, baik dalam studi maupun kehidupan,” jelas Elisatin.
Mereka berusaha menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah. “Kami percaya bahwa setiap pertanyaan yang dilontarkan anak harus dijawab dengan bijak, dan itu menjadi bagian dari pendidikan,” ungkap Ahmad.
Dengan membagi pengalaman dan sumber daya, keluarga ini menjadikan proses belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan. “Menghabiskan waktu bersama sambil belajar mendorong kami untuk saling memahami dan berkembang,” tambah Salma dengan semangat.










