JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam pertemuan ini, berbagai isu penting tentang inovasi tanggap darurat bencana diangkat, mencerminkan keprihatinan pemerintah terhadap masalah kebencanaan yang semakin kompleks.
Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, mengungkapkan harapan besar atas hasil riset yang dipaparkan oleh BRIN. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya penyebaran informasi mengenai inovasi yang dihasilkan, agar masyarakat luas mengetahui dan memanfaatkan hasil penelitian tersebut dengan baik.
“Saya memiliki harapan besar, namun saya meminta informasi ini disebarluaskan secara massal. Hal ini penting agar dikenal luas oleh masyarakat dan perguruan tinggi sebagai salah satu upaya untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai riset yang ada,” ungkapnya dalam keterangan resmi pada 9 Desember 2025.
Pentingnya Inovasi Tanggap Darurat Bencana di Indonesia
Inovasi dalam penanggulangan bencana sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Dengan adanya teknologi yang tepat, proses tanggap darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, yang pada gilirannya bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Sebagian besar wilayah Indonesia rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga banjir. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan teknologi untuk mendeteksi dan merespons bencana menjadi prioritas utama.
BRIN berperan penting dalam memfasilitasi inovasi ini untuk memastikan bahwa semua daerah, terutama yang paling rentan, mendapatkan akses yang sama terhadap teknologi terkini. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BRIN berusaha menjamin distribusi pengetahuan yang merata.
Strategi BRIN dalam Penanggulangan Bencana
Kepala BRIN, Arif Satria, dalam RDP tersebut menjelaskan berbagai langkah yang telah diambil untuk menangani bencana, terutama di wilayah yang sering mengalami banjir seperti Sumatera. Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa optimalisasi penggunaan teknologi sangat diperlukan untuk memperkuat respons terhadap bencana.
Salah satu strategi yang diusulkan adalah pengembangan sistem pemantauan yang lebih efektif yang dapat memberikan data real-time saat terjadi bencana. Dengan informasi yang akurat dan cepat, tim tanggap darurat dapat merancang langkah-langkah yang lebih tepat sasaran.
BRIN juga berencana untuk memperkuat jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. Ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya riset dan inovasi dalam penanggulangan bencana, sehingga motivasi untuk terlibat dalam bidang ini meningkat.
Peran Masyarakat dalam Tanggap Darurat Bencana
Ketika terjadi bencana, peran serta masyarakat sangatlah penting. Edukasi tentang mitigasi bencana dan langkah-langkah yang harus diambil bisa menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian material. BRIN mendukung hal ini dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Inisiatif komunitas yang melibatkan pelatihan dan simulasi darurat juga dapat diberikan agar masyarakat siap menghadapi bencana. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam penanggulangan bencana.
Dengan memahami peta risiko dan langkah-langkah mitigasi yang tepat, masyarakat akan lebih siap dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Kesadaran dan kesiapsiagaan ini merupakan kunci keberhasilan dalam mengurangi dampak bencana.










