Dr Alim Setiawan baru saja dilantik sebagai Rektor IPB University periode 2023–2028, sebuah momen yang menciptakan sejarah baru bagi perguruan tinggi ini. Di usia yang relatif muda, 43 tahun, ia menjadi rektor termuda sepanjang masa di institusi tersebut, memberikan harapan baru untuk kemajuan ke depan.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, dan dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat, Prof Hardinsyah. Langkah ini tidak hanya menggantikan Prof Arif Satria, tetapi juga melanjutkan visi dan misi institusi yang telah dibangun sebelumnya.
Dr Alim lahir di Demak, Jawa Tengah, dan telah memiliki perjalanan pendidikan yang cemerlang. Ia menyelesaikan studi sarjana dan magister di bidang Teknologi Industri Pertanian dan memperoleh gelar doktor dari Ehime University di Jepang, menjadikannya seorang tokoh yang terdidik dengan baik di bidang agribisnis dan ekonomi pertanian.
Perjalanan Karir Dr Alim Setiawan yang Mengesankan
Karir Dr Alim di IPB University dimulai sebagai dosen di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Sejak saat itu, ia telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam bidang manajemen strategis, riset operasional, serta pemasaran agrikultur.
Selama bertahun-tahun, ia juga telah memegang berbagai posisi penting di IPB. Beberapa di antaranya termasuk Asisten Rektor, Kepala Kantor Sekretariat Rektor, dan Wakil Rektor dalam bidang yang berkaitan dengan sumber daya dan infrastruktur.
Pada tahun-tahun terakhir sebelum diangkat menjadi rektor, Dr Alim menjabat sebagai Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier. Posisi ini memberinya pengalaman berharga dalam memahami kebutuhan mahasiswa dan pengembangan karier mereka.
Komitmen yang Dinyatakan dalam Sambutan Pertama
Dalam sambutannya, Dr Alim menegaskan komitmennya untuk meneruskan fondasi yang telah dibangun oleh para rektor sebelumnya. Ia menekankan bahwa kepemimpinan ke depan harus berpandangan jauh dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di dunia pendidikan saat ini.
Ia juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya membangun ruang bagi seluruh sivitas akademika untuk tumbuh dan berinovasi. Hal ini diperlukan agar IPB dapat bertransformasi menjadi technopreneurial university di era Agromaritim 5.0.
Dr Alim percaya bahwa tumbuh dalam keluarga yang berkecimpung di dunia pendidikan dan pertanian memberinya perspektif yang lebih dalam. “Menanam ilmu adalah investasi masa depan,” ujarnya, menggambarkan pandangannya terhadap pendidikan.
Pentingnya Kurikulum dan Keterampilan Masa Depan
Salah satu poin yang ditekankan oleh Dr Alim adalah penguatan kurikulum berbasis link and match. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini.
Ia juga menyoroti perlunya pembentukan future skills bagi calon pemimpin yang akan menjalani perubahan di masa depan. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam strategi kepemimpinannya.
Selain itu, Dr Alim berkomitmen untuk menciptakan lingkungan di mana mahasiswa dan dosen dapat berinovasi secara maksimal. Keguyuban dan kekompakan antar sivitas akademika diharapkan bisa menjadi modal sosial untuk melakukan lompatan besar dalam berbagai bidang.










