Ahli kecerdasan buatan, Ridho Rahmadi, baru-baru ini memberikan kesaksian dalam kasus yang melibatkan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dalam keterangannya, Ridho menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Roy Suryo dan tim terkait ijazah Jokowi adalah sebuah penelitian ilmiah yang memenuhi standar akademik.
Setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Ridho menjelaskan bahwa kriteria penelitian yang diterapkan oleh Roy Suryo dan rekannya dianggap layak. Dalam pandangannya, riset tersebut tidak hanya valid, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan pengetahuan di bidangnya.
Pada kesempatan yang sama, Ridho juga menyampaikan bahwa semua data dan analisis yang digunakan dalam penelitian tersebut sudah teruji dan terbukti. Oleh karena itu, ia merasa penting untuk memberikan klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman mengenai kompetensi penelitian yang dilakukan.
Pentingnya Penelitian dalam Mengungkap Kebenaran
Dalam konteks dunia akademis, penelitian memegang peranan yang sangat vital dalam mengeksplorasi fakta-fakta yang sering kali terabaikan. Penelitian yang dilakukan oleh Roy Suryo dkk. bertujuan untuk meneliti aspek-aspek yang disinyalir berpotensi menimbulkan kontroversi, seperti keaslian ijazah yang dimiliki oleh pejabat publik.
Ridho menyebutkan bahwa penelitian tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Dengan menggunakan pendekatan yang metodologis, penelitian ini melibatkan pengumpulan data yang komprehensif serta analisis yang mendalam untuk mendapatkan kesimpulan yang objektif.
Dia menegaskan bahwa penelitian tidak harus dipandang negatif, terutama jika bertujuan untuk memberikan informasi yang benar kepada publik. Jika hasil penelitian menunjukkan kejanggalan, maka itu justru menjadi penting untuk dibahas dan ditindaklanjuti secara serius.
Membangun Kepercayaan Publik Melalui Transparansi
Ridho juga menekankan bahwa hasil penelitian semacam ini penting untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap pejabat pemerintah. Dengan adanya data dan kajian yang akurat, masyarakat dapat lebih meyakini kepemimpinan yang ada.
Dalam pernyataannya, ia berharap agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap aktivitas penelitian. Sebaliknya, seharusnya ada pengakuan atas upaya-upaya yang dilakukan untuk mengungkap kebenaran. Riset ilmiah adalah hal yang harus dihargai dan didukung, terutama ketika berkaitan dengan isu-isu publik.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memastikan bahwa informasi yang diterima masyarakat adalah akurat dan dapat dipercaya,” ujarnya. Penelitian yang baik akan menghasilkan data yang valid dan mampu menjadi sumber informasi yang andal.
Status Ilmiah Penelitian yang Dilakukan
Ridho juga menjelaskan bahwa menurut penilaiannya, penelitian yang dilakukan oleh tim tersebut telah memenuhi berbagai standar ilmiah yang ada. Ia merujuk pada adanya 35 tabel yang memuat berbagai studi di bidang neuropolitika dan neurosains.
“Kajian ini sudah mature, sudah dewasa, dan diterima dalam dunia akademis,” tambahnya. Dengan memiliki basis yang kukuh, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Dia menekankan bahwa penelitian tersebut bukanlah hal baru, melainkan suatu langkah yang telah dipupuk dan dikembangkan dalam studi ilmiah selama bertahun-tahun.










