Polda Jawa Tengah baru-baru ini memulai penggunaan kamera badan atau body camera oleh anggotanya untuk mendokumentasikan aktivitas di lapangan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian dalam menjalankan tugas dan penegakan hukum, sesuai dengan ketentuan terbaru dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.
Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengungkapkan bahwa penerapan bodycam merupakan langkah penting yang bertujuan untuk memperkuat akuntabilitas anggota kepolisian saat melaksanakan tugas mereka. Dengan adanya alat ini, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara terbuka dan transparan.
Body camera juga diharapkan menjadi alat pencegah perbuatan tidak profesional dari anggota kepolisian. Dengan rekaman yang dapat dipertanggungjawabkan, proses penilaian terhadap tindakan polisi akan lebih objektif.
Manfaat Body Camera bagi Kepolisian dan Masyarakat
Penggunaan body camera oleh polisi memberikan banyak manfaat bagi kedua belah pihak. Pertama, masyarakat dapat memastikan bahwa tindakan polisi selama penegakan hukum dijalankan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Kedua, body camera tidak hanya merekam visual, tetapi juga audio, sehingga memberikan gambaran lebih jelas mengenai kejadian di lapangan. Ini menjadi bukti penting untuk melindungi anggota kepolisian dari tuduhan yang mungkin tidak benar.
Dengan bukti rekaman yang jelas, keakurasian laporan juga akan meningkat. Hal ini memungkinkan proses evaluasi yang lebih baik oleh instansi terkait terkait kinerja petugas.
Akomodasi Hukum dan Kewajiban Perekaman
Penerapan body camera sejalan dengan regulasi terbaru yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2025 mengenai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana yang mulai berlaku sejak awal tahun 2026. Undang-undang ini memuat berbagai ketentuan yang menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam proses penegakan hukum.
Pasal 30 dalam KUHAP baru mengharuskan perekaman pemeriksaan terhadap tersangka menggunakan perangkat perekam. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses hukum berlangsung dengan adil dan transparan.
Selain itu, bukti yang dihasilkan dari body camera diharapkan dapat digunakan dalam penyidikan dan evaluasi. Ini memberikan dasar hukum yang kuat untuk proses-proses selanjutnya.
Peningkatan Akuntabilitas Melalui Teknologi
Dengan penerapan teknologi seperti body camera, akuntabilitas dalam kepolisian dapat ditingkatkan secara signifikan. Rekaman yang dihasilkan dapat berfungsi sebagai alat untuk memantau dan menilai kinerja petugas.
Selain itu, adanya dokumentasi yang jelas dapat membantu mencegah terjadinya abuse of power atau penyalahgunaan wewenang. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Teknologi ini juga menunjukkan komitmen kepolisian untuk bersikap profesional dan transparan dalam menjalankan tugasnya. Ini menjadi langkah positif menuju reformasi di institusi penegak hukum.












