Setelah terjadinya bencana alam yang melanda wilayah Aceh, penting sekali untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak. Kementerian Sosial melalui Sentra Darussa’adah Aceh mengambil langkah cepat dengan membuka layanan dukungan psikososial bagi para korban banjir di Posko Gedung Taheer Foundation, Pidie Jaya.
Banjir yang terjadi pada akhir November 2025 melanda sebagian besar wilayah Provinsi Aceh. Akibatnya, banyak infrastruktur yang mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian baik material maupun immaterial, serta korban jiwa yang cukup mengkhawatirkan.
Kondisi ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan bagi para penyintas. Oleh karena itu, penanganan yang komprehensif dan efektif sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi mental masyarakat yang terdampak.
Dampak Psikologis yang Dirasakan oleh Korban Banjir
Tekanan psikologis yang dialami oleh para penyintas banjir menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana. Menurut Kepala Sentra Darussa’adah Aceh, Susi Mulyati, pemulihan mental merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan dalam proses rehabilitasi.
Rasa kehilangan, trauma, dan ketidakpastian mengenai masa depan sering kali membuat korban merasa tertekan. Dengan adanya layanan psikososial ini, diharapkan masyarakat dapat melalui masa-masa sulit dengan dukungan yang tepat.
Ketidakhadiran dukungan psikologis dapat memperburuk kondisi mental dan emosional masyarakat, sehingga perlu penanganan yang segera. Layanan dukungan ini berupaya memberikan ruang bagi para korban untuk berbagi cerita dan meredakan perasaan mereka.
Peran Lintas Sektor dalam Dukungan kepada Korban
Dukungan terhadap para penyintas tidak hanya datang dari Kementerian Sosial, tetapi juga dari berbagai pihak lainnya. Kerjasama lintas sektor, termasuk Dinas Sosial Aceh dan Dinas Sosial Pidie Jaya, sangat krusial dalam memberikan bantuan yang efektif.
Pihak-pihak yang terkait seperti aparat gampong dan Tagana turut ambil bagian dalam proses tersebut, membantu dalam pelaksanaan layanan di lapangan. Kolaborasi tersebut memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak.
Dengan sinergi antara berbagai sektor, pelaksanaan dukungan psikososial dapat berlangsung lebih menyeluruh. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para penyintas untuk pulih dari trauma yang dialami.
Pentingnya Pemulihan Psikologis Setelah Bencana
Pemulihan psikologis menjadi sangat penting setelah bencana alam terjadi. Kondisi mental yang baik akan membantu individu menghadapi tantangan dan rintangan yang mungkin mereka hadapi ke depan.
Layanan dukungan psikososial dirancang tidak hanya untuk membantu para penyintas menghadapi perasaan kehilangan dan kesedihan, tetapi juga untuk membangun ketahanan mental. Ini akan sangat berpengaruh pada bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari setelah bencana.
Pemulihan bukanlah proses yang instan; dibutuhkan waktu dan upaya bersama untuk mencapai kondisi mental yang lebih stabil. Melalui program-program ini, diharapkan para penyintas dapat menemukan kembali harapan dan semangat untuk melanjutkan hidup.










