JAKARTA – Baru-baru ini, Arif Satria, yang menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan ini menandai langkah signifikan dalam karier akademiknya serta memberikan harapan baru bagi pengembangan riset di Indonesia.
Sejak menjabat Rektor IPB pada tahun 2017, Arif Satria telah banyak berkontribusi dalam pemikiran dan pengembangan di sektor pertanian dan riset. Kini, di posisi baru ini, ia diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di BRIN.
Menelusuri Jejak Pendidikan Arif Satria yang Menginspirasi
Arif Satria lahir pada 17 September 1971 di Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak dini, dia menunjukkan minat yang kuat dalam bidang pendidikan, dimulai dari pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Islam 2 Pekalongan dan melanjutkan ke SMP Islam Pekalongan serta SMA Muhammadiyah Pekalongan, masing-masing pada tahun 1987 dan 1990. Pendidikan yang kokoh ini menjadi fondasi bagi perjalanan akademiknya ke depan.
Pada tahun 1990, Arif diterima di IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI). Ia menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan lulus pada tahun 1995.
Perjalanan Karier Akademik Arif Satria yang Mengesankan
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Arif melanjutkan studi ke jenjang magister di Program Sosiologi Pedesaan IPB, yang berhasil diraihnya pada tahun 1999. Pengetahuannya yang mendalam tentang sosiologi sangat membantu dalam mengembangkan pemikiran kritis di bidangnya.
Dia kemudian memperoleh gelar doktor dari Kagoshima University, Jepang, di bidang Marine Policy pada tahun 2006. Ketertarikan dan keahlian Arif dalam bidang ini membuka banyak peluang bagi pengembangan ilmu dan praktik di Indonesia.
Selain itu, Arif juga menjalani program sebagai visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada. Pengalaman internasional ini memperluas jaringan dan wawasannya di tingkat global mengenai isu-isu perikanan dan kelautan.
Kontribusi Arif Satria di Bidang Pendidikan dan Penelitian
Karir akademik Arif Satria dimulai pada tahun 1997 saat ia bergabung sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Dalam perannya sebagai pengajar, Arif banyak berbagi pengetahuan dan mempersiapkan generasi baru untuk terjun ke mondo riset.
Pada tahun 2019, Arif dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik. Gelar ini bukan hanya menambah kredibilitasnya, tetapi juga menandakan pengakuan atas kontribusi penelitian dan pengajaran yang telah dilakukannya.
Setelah itu, pada tahun 2017, ia diberi amanah untuk memimpin IPB University sebagai Rektor. Masa kepemimpinannya bertujuan untuk memperkuat posisi IPB sebagai institusi pendidikan penelitian unggul di Indonesia.
Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi Arif Satria di BRIN
Dengan pelantikan sebagai Kepala BRIN, tantangan baru kini dihadapi oleh Arif Satria. BRIN diharapkan akan menjadi penggerak utama dalam inovasi dan penelitian yang mendukung perkembangan berbagai sektor di Indonesia.
Ia diharapkan mampu memanfaatkan pengalamannya di IPB untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi di berbagai bidang, termasuk pertanian, perikanan, dan lingkungan. Ketersediaan riset yang berkualitas tinggi akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Keberhasilan Arif di BRIN juga tergantung pada kemampuannya dalam menjalin kerjasama antara berbagai institusi, baik lokal maupun internasional. Sinergi ini penting untuk menghadapi tantangan global yang dihadapi Indonesia saat ini.










