Majelis Ulama Islam (MUI) bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam dan lembaga lainnya baru-baru ini mengeluarkan deklarasi berisi sembilan poin penting terkait dukungan terhadap perjuangan Palestina. Deklarasi tersebut dibacakan pada peringatan dua tahun Badai Al-Aqsa, yang merujuk pada serangan besar-besaran Israel terhadap wilayah Gaza. Pesan ini disampaikan di Kantor MUI Pusat, Jakarta, yang menunjukkan kepedulian mendalam terhadap situasi yang terus berlangsung di Palestina.
Dalam pernyataan tersebut, Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan seruan agar pemerintah Indonesia berkomunikasi langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina. Tindakan ini dianggap krusial untuk memperkuat persatuan nasional Palestina dan menghadapi upaya-upaya Israel yang berpotensi merugikan.
Dari sembilan poin yang dirumuskan, penekanan pada pentingnya komunikasi antar faksi di Palestina menandai langkah awal yang diharapkan dapat membantu menjaga integritas dan persatuan di tengah tantangan yang ada. Kebutuhan untuk membangun basis solidaritas yang kuat menjadi fokus utama dalam deklarasi ini.
Poin-Poin Utama Deklarasi MUI dalam Mendukung Palestina
Dalam deklarasi tersebut, MUI dan sejumlah ormas Islam mengusulkan sejumlah langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan dukungan untuk Palestina. Salah satu poin penting adalah pengajuan usulan kepada PBB untuk membuat “Palestina room” di markas PBB di New York. Langkah ini dianggap essential untuk memfasilitasi koordinasi terkait persiapan kemerdekaan Palestina.
Selain itu, deklarasi tersebut juga mendesak pemerintah Indonesia untuk tegas terhadap segala bentuk propaganda yang mendukung Zionisme. Menolak normalisasi dengan penjajah Israel menjadi salah satu seruan yang kuat di dalam dokumen ini, mencerminkan komitmen untuk tetap bersolidaritas dengan rakyat Palestina.
Poin-poin lain juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dalam dukungan bagi rakyat Gaza dan menyemai kesadaran bahwa perjuangan ini adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan amanah keagamaan. Kesadaran kolektif diperlukan untuk menfortifikasi dukungan moral dan material bagi perjuangan rakyat Palestina.
Perjuangan Rakyat Palestina: Sebuah Realita yang Harus Dikenali
Perjuangan rakyat Palestina, yang mencakup faksi-faksi perlawanan seperti Hamas, diakui sebagai bentuk pembelaan yang sah terhadap penjajahan, sejalan dengan hukum internasional dan syariat Islam. Dalam konteks ini, deklarasi MUI menekankan bahwa setiap tindakan perlawanan harus diterima sebagai hak rakyat untuk mempertahankan tanah, kehormatan, dan identitas nasional mereka.
Sikap tegas dari negara-negara Arab dan Islam dianggap sangat diperlukan untuk menjaga prinsip-prinsip dasar hak-hak Palestina. Deklarasi ini menyerukan agar negara-negara tersebut mengadopsi dan mendukung hak-hak rakyat Palestina, mengingat peran mereka dalam menegakkan keadilan.
Inisiatif untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap Israel juga menjadi bagian dari fokus deklarasi ini. Dukungan politik, media, dan publik dianggap esensial dalam menjaga hak-hak kemanusiaan bangsa Palestina serta memperjuangkan kedaulatan mereka.
Mendorong Solidaritas dan Advokasi untuk Palestina
MUI mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Ini termasuk advokasi politik dan diplomasi publik, serta penggalangan dukungan moral dan donasi bagi rakyat Gaza. Perjuangan untuk Palestina diharapkan bisa menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam menjaga harkat dan martabat manusia serta identitas bangsa yang agamis.
Dalam upaya pendukungannya, MUI menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan diplomasi aktif. Tindakan ini diharapkan tidak hanya meliputi pihak dalam negeri, tetapi juga berkolaborasi dengan organisasi internasional seperti PBB dan OKI dalam rangka melindungi dan memperjuangkan hak bangsa Palestina.
Melalui deklarasi ini, MUI menegaskan pentingnya kesatuan umat Islam di seluruh dunia untuk menolak perpecahan. Dalam konteks ini, mereka mengajak individu dan komunitas untuk meneguhkan persatuan visi dan misi demi keselamatan Masjid Al-Aqsa dan pembebasan Palestina dari penjajahan.












